Prediksi Aneh Tapi Masuk Akal Akhir Dunia Kiamat

By | 5 Oktober 2017

Bila hari datang saat umat manusia akan hancur tidak bisa diprediksi dengan pasti. Tapi ramalan aneh tentang kedatangan Hari Kebangkitan yang, jika dipikir-pikir, ternyata masuk akal bagi banyak orang. Prediksi ini cenderung dimotivasi oleh penelitian ilmiah dan analogi. Penasaran ramalan kiamat masuk akal bagaimana? Inilah informasinya.

 

Kiamat Karena Gesekan Dengan Tata Surya Lainnya

 

Arkeolog dunia telah menemukan sebuah tablet berbentuk tanah liat aneh yang dibuat beberapa tahun yang lalu di Timur Tengah. Benda misterius itu diduga berasal dari bangsa Sumeria, balapan paling awal yang menghuni Timur Tengah. Setelah dianalisis oleh arkeolog, tablet ini berisi gambar sesuatu yang terlihat seperti tata surya kita, sederet planet di sekitar matahari. Dan yang mengherankan para arkeolog adalah bahwa jumlah planet di dalamnya tidak sama dengan jumlah planet yang kita kenal sekarang. Di tablet itu digambarkan 11 planet, padahal sekarang kita hanya mengenal 8 planet tanpa pluto di jajaran tata surya kita. Kemungkinan orang Sumeria telah mampu memprediksi kekuatan di luar alam semesta kita yang mampu menghasilkan planet kerdil baru. Tapi sejak saat itu, para ilmuwan memprediksi datangnya Hari Kebangkitan yang disebabkan oleh kiasan antara tata surya kita dan orbit planet lain, yang mungkin jauh lebih besar. Gesekan yang bisa membuat bumi hancur diperkirakan terjadi dalam 3.600 tahun.

Kiamat Karena Kedatangan Bintang Lain di Tata Surya Kita

 

Teori yang paling populer tentang terjadinya kiamat salah satunya adalah tentang tabrakan dengan bintang besar. Para astronom telah meramalkan kedatangan bintang kerdil merah bernama Gliese-710. Meski tidak secara langsung, kedatangan bintang-bintang ini bisa merusak tata surya kita. Ini karena gravitasi yang saling menggairahkan yang tidak ada dalam porsi, atau bintang tersebut menghantam Oort berbaring yang berisi debu matahari, es, dan bebatuan yang meluas di luar planet ini. Selain itu, bintang lain yang berpotensi menghadirkan kiamat yang diprediksi oleh para ilmuwan adalah bintang Barnard, Cen A / B, dan beberapa lainnya.
Kiamat Karena Efek Rumah Kaca

 

Efek rumah kaca rumah kaca mungkin sering terdengar. Istilah ini sering disuarakan oleh pemerhati lingkungan dan orang-orang yang peduli terhadap kesehatan bumi tempat kita tinggal. Ini tidak lepas dari apa yang kita alami saat ini, dalam beberapa dekade terakhir, iklim kita semakin panas secara signifikan. Suhu global semakin meningkat dan penutup es kutub mulai meleleh. Seiring suhu menjadi lebih hangat, air akan menguap dan membuat atmosfer kita lebih tebal, membuat kita lebih terperangkap di rumah kaca yang panas. Panas semakin panas sehingga banyak spesies akan hancur, dan ekosistemnya akan punah secara bertahap satu per satu karena segala sesuatu di Bumi terkait. Dan manusia terakhir akan menjadi korban kiamat karena efek rumah kaca. Jika tidak diatasi mulai sekarang, mungkin malapetaka perlahan akan terjadi.

Kiamat Karena Kemandulan Manusia

 

Prediksi terjadinya kiamat yang cukup beralasan adalah karena ketidaksuburan. Kasus ini merupakan masalah besar yang dihadapi umat manusia. Kemandulan ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah pencemaran senyawa kimia yang bisa merusak organ reproduksi, hingga konsumsi makanan yang semakin tidak sehat. Bahkan Ilmuwan juga memprediksi bahwa evolusi akan dengan mudah menentukan orang ini bisa memiliki keturunan atau tidak, tergantung dari kondisi keturunannya. Jadi ini akan menjadi awal kepunahan manusia secara perlahan tapi pasti di masa depan.

Kiamat Karena Bumi Dalam Perbaikan Tahap Sedang Kerusakan

 

Pada tahun 2003, seorang filsuf bernama Nick Bostrom mengungkapkan bahwa alam semesta adalah simulasi komputer. Teori ini diterima oleh para pendukung ilmu pengetahuan Elon Musk dan Neil deGrasse Tyson. Ini mendukung pendapat bahwa harus selalu ada yang membangun dan mengelola simulasi. Ini menunjukkan bahwa hidup kita pasti ‘diatur’ seperti kita mengendalikan komputer. Oleh karena itu, alam semesta diyakini telah mengalami titik kehancurannya, yaitu, ‘Gubernur’ suatu hari nanti akan ‘memperbaiki’ alam semesta sejak awal. Jadi kalau misalnya massa atom, proporsi materi gelap dan cahaya