Negara dengan Harga Pelacuran Termurah di Dunia

By | 5 Oktober 2017

Di Indonesia beberapa waktu lalu ada adegan pelacuran artis yang harganya ratusan juta rupiah. Tapi ketahuilah teman-teman selain tarif pelacuran yang sangat mahal ada juga tarif prostitusi yang sangat murah. Untuk bisa saja bisa melawan hantaman keras PSK-PSK di berbagai negara dan rela dibayar dengan sangat murah. Penasaran dimana Inilah informasinya.

Pelacuran Di Suriah, Harga Murah Untuk Menghubungkan Kehidupan di Pengungsi ($ 7 / Layanan)

Teman orang asing itu karena perang berkepanjangan yang terjadi membuat orang-orang Suriah menjalani hidup mereka dengan penuh perhatian. Beberapa menjadi pengungsi ke negara lain dan beberapa lainnya jatuh ke dalam lembah hitam dunia pelacuran. Dikenal di kamp pengungsi Suriah selain digunakan sebagai tempat penampungan juga bersamaan dengan tempat pelacuran. Beberapa wanita muda dan tua menawarkan diri mereka dengan tarif $ 7 per layanan dan tidak dipatok per jam. Aktivitas prostitusi telah menjadi rahasia umum banyak orang.

Prostitusi Di Brazil, Harga PSK ABG Lebih Murah Dari PSK Dewasa ($ 5.5 / Jam)

Orang Brasil Brasil aneh cukup populer dengan wanita seksi dan cantik. Ditambah dengan kondisi masyarakat yang masih dalam lingkaran kemiskinan membuat beberapa wanita jatuh ke dalam dunia pelacuran yang gelap. Tingkat pekerja seks komersial untuk wanita dewasa di Brasil cukup tinggi, sekitar $ 60an / jam. Namun, bagi pelacur yang tidak memiliki jam terbang tinggi alias masih ABG, tarifnya jauh lebih murah, sekitar $ 5.5an atau jika dirupiahkan sekitar Rp 72 ribu. Dan anehnya, ABG ABG ini umumnya bekerja dengan pengetahuan orang tua mereka, hal itu tidak dilarang karena hasilnya sering digunakan untuk membantu ekonomi keluarga.

Prostitusi Di Mali, Harga Lebih Murah Dari Menonton Film di Indonesia ($ 2 / Jam)

Teman anehtapinyata.net Mali adalah salah satu negara yang berada di benua Afrika. Negara ini menghadapi krisis keuangan nasional yang menyebabkan tingkat kemiskinan masyarakatnya meningkat. Hal ini tentu membuat banyak orang Mali yang melakukan berbagai cara untuk bisa menghubungkan roda ekonomi. Salah satu hal yang wanita lakukan di negara ini adalah bekerja sebagai pelacur. Dengan kondisi ekonomi yang sangat buruk, para pekerja seks komersil di negeri ini rela dibayar murah untuk memuaskan nafsu hidung manusia. Tingkat sekali tanggal hanya $ 2 / jam, jumlah uang jika dirupiahkan mungkin hanya sekitar Rp 26 ribu saja. Umumnya sekitar 60 persen pelacuran di Mali dilakukan di jalanan sedangkan sisanya melalui pelacuran.

Pelacuran Di India, Tingkat Termahal Tidak Lebih dari Tiket Mobil untuk 3 Jam di Indonesia ($ 1 / Hr)

 

Teman bloktapinyata.net Tahukah anda dimana tempat pelacuran terbesar di Benua Asia? Tempat ini terletak di distrik Sonagachi di Kolkatta City, India. Kawasan esek-esek ini sangat luas dan keriuhannya mengalahkan lokalisasi Dolly Gang di Surabaya yang telah ditutup. Mengapa ada begitu banyak lokalisasi di India? Jika berbicara tentang pelacuran tidak akan lepas dari kata kemiskinan. Di India, ketidaksetaraan sosial ekonomi masyarakat sangat drastis, di negara ini ada banyak orang kaya, namun disisi lain jumlah orang miskin juga tidak kalah banyaknya. Kondisi tersebut tentu membuat bisnis prostitusi semakin marak. Tapi sayangnya, biaya PSK di India sangat murah, tentu saja yang paling mahal hanya seharga $ 1 per jam. Dan tentu saja tarifnya tidak utuh diterima karena beberapa akan dipotong oleh mucikari. Di India sendiri setidaknya ada 3 juta wanita yang jatuh ke dalam dunia pelacuran yang gelap.

Pelacuran di Bangladesh, harga tidak lebih mahal dari harga rokok 1 bungkus ($ 0,6 / jam)

Di Bangladesh, prostitusi adalah hal yang legal sejak tahun 2000. Kebijakan tersebut telah terbukti menjadi masalah yang dihadapi pemerintah, masyarakat yang terkena dampak kemiskinan terpaksa menjual anak-anak mereka untuk menjadi pelacur. Masalah perdagangan manusia tentu sangat serius, diperkirakan sekitar 29 ribu anak di bawah umur dipaksa menjadi pelacur di negara berpenduduk mayoritas Muslim ini. Keluarga yang terjebak dalam garis kemiskinan, menjual anak perempuan mereka ke pedagang manusia seharga 20.000 Taka (sekitar 3 juta Rupiah). Ada juga pelacur untuk pria tertipu yang mengiming-imingi