Miris Takdir Olahragawan Terlupakan Indonesia

By | 5 Oktober 2017

Mereka berhasil mengukir prestasi dan nama bangsa. Tapi prestasi itu tidak cukup, tak lama lagi mantan atlit atlet juga menghadapi kekerasan dunia. Bahkan ada beberapa mantan atlet yang berada dalam garis kemiskinan. Siapakah mantan atlet itu? Inilah informasinya.

Mantan Atlet Weight Weight Achievers Sekarang Menjadi Tukang Las (Denny Thios)

Teman palsu hari ini saat ini mungkin tidak begitu banyak yang mengenal nama Denny Thios. Namun, pada tahun 90an 90an nama Denny Thios begitu bersinar seperti atlet angkat besi. Prestasinya tidak hanya di lingkup nasional saja, tapi sudah merambah di kancah internasional. Pria kelahiran Makassar pada 22 Desember 1969 ini telah mendistribusikan kembali bendera merah dan putih di kancah internasional. Dia memenangkan medali perak di PON XII, medali emas di kejuaraan kelas berat Asia yang juga memecahkan 3 rekor dunia. Dia juga meraih medali perunggu di kejuaraan angkat berat dunia di Belanda, medali emas di kejuaraan angkat berat dunia di Inggris, serta medali emas di kejuaraan angkat berat dunia di Swedia. Tapi ternyata prestasinya berbanding terbalik dengan hidupnya sekarang. Bisa dibilang Denny sekarang berada dalam masa sulit, kehidupan ekonominya cukup mencengangkan. Denny sekarang mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya dengan mengandalkan pekerjaannya sebagai tukang las. Dengan pekerjaan ini tentu saja pendapatannya tidak pasti, terkadang kadang sepi terkadang ramai.

Mantan Atlet Pencak Silat Emas Sekarang Menjadi Sopir Taksi (Marina Segedi)

Marina Sebedi adalah atlet bela diri yang karirnya sukses baik nasional maupun internasional. Selain pernah meraih gelar juara di kejuaraan nasional dan kawasan itu, Marina juga pernah memenangkan ASEAN A Class Putri Pencak Silat Championship tahun 1983 di Singapura. Tapi setelah zaman keemasannya hilang, kehidupan ekonominya mulai berubah. Dia tinggal hampir dan tinggal di rumah ibunya, untuk mendukung anak-anaknya, Marina bekerja sebagai sopir taksi. Namun keberuntungan masih dimiliki oleh wanita dua wanita ini, pada 2011 ia bertemu dengan karyawan Kemenpora dan menceritakan identitas dirinya. Awalnya semua kata-katanya tidak bisa dipercaya, namun setelah Marina menunjukkan koleksi kliping yang berkaitan dengannya dalam olahraga Pencak Silat maka pegawai Kemenpora meyakini. Dan pada 9 September 2011, setelah mengikuti beberapa prosedur, wanita ini akhirnya mendapat tunjangan rumah senilai 125 juta rupiah.

Mantan Athletic Rowing Sekarang Menjadi Pekerja Cuci (Leni Haini)

Leni Haini adalah mantan dayung perahu dayung yang pernah berperan dalam menaikkan bendera merah dan putih di kejuaraan dunia. Dia telah menyumbangkan 2 medali emas di Asian Dragon Boat Championship di Singapura, 3 emas dan 1 perak di kejuaraan dunia naga kapal di Hongkong, serta 1 medali emas di Asian Dragon Boat Championships di Taiwan. Namun, semua prestasi tak sebanding dengan hidupnya saat ini. Saat mengikuti Pelatnas, Leni masih mengikuti pendidikan di SMP. Saat itu ia dijanjikan masalah pendidikannya akan dijaga nantinya. Namun, ketika ia keluar dari pelatihan nasional pada usia 22 tahun, ia mengalami kesulitan dalam mengelola nasib pendidikannya karena penatalayanan yang telah dijanjikannya telah berubah dan dewan baru tersebut tidak peduli dengan kejernihan pendidikannya. Hanya dengan sertifikat sekolah dasar dan paket pengejaran B, ia kesulitan mendapatkan pekerjaan dan akhirnya menjadi pekerja binatu. Tidak hanya malapetaka ini yang mempengaruhi wanita ini, salah satu putrinya yang menderita penyakit langka pada barang dan barang harus dijual untuk merawat putrinya. Kecewa karena kurangnya perhatian dari pemerintah Leni bermaksud membakar piagam penghargaan yang dimilikinya. Namun akhirnya perhatian pemerintah datang, pada 2013 pemerintah memberinya penghargaan berupa uang sebesar 50 juta rupiah.

Mantan Atlet Sepeda Menjadi Becak Becak (Soeharto)

 

Dalam kompetisi balap sepeda di SEA Games 1979 di Thailand, nama Soeharto sangat diperhitungkan. Saat itu ia meraih medali emas bersama rekan-rekannya, yakni Sutiono, Munawar dan Dasrizal, mereka berhasil mengalahkan Malaysia dalam jumlah ‘Team Time Trial’ yang jaraknya 100 km. Tak hanya di tim, bahkan ia pun berhasil mendapatkan medali perak yang masih dalam perhelatan. Namun, terlepas dari prestasinya yang luar biasa, nampaknya nasib ekonomi tidak lantas mengikutinya, di usianya sudah tua