Kisah Misteri Nyata Santriwati Herlina Ghost Menuntut Balasan di Pesantren Lamongan

By | 5 Oktober 2017

Tersebutlah Santriwati bernama Herlina dia adalah salah satu santriwati dipesantren “X” di kota lamongan, dia cantik dan ramah anak. Herlina merasa tidak pernah diabaikan di pesantren. Satu demi satu, dia mencuri batu akik dari seorang kyai yang mengajar di pesantren
Itu, tapi pas nyuri dia ketauan sama santri orang lain yang kemudian melapor ke dewan pesantren. Dewan kost kemudian bermaksud untuk menghukum Herlina dan melapor ke pak Kyai yang memiliki batu akik / batu akik tersebut.

Karena takut dan malu telah dilaporkan dan akan dihukum, dia langsung kabur dari pesantren, saat dia kabur di jalan dia tertabrak mobil dan langsung mati langsung di tempat. Pihak dari pesantren tidak tahu apakah herlina meninggal di jalan saat melarikan diri dari pasentren. Orangtua Herlina yang mengetahui bahwa anaknya meninggal tiba-tiba kaget dan juga tidak mau mati dengan kondisi menyedihkan anaknya, apalagi setelah mengetahui bahwa anaknya meninggal karena melarikan diri karena pesanteren akan dihukum karena dicuri.alamisteri.com

Orangtua Herlina pun sangat ingin pergi ke pesulap kulit hitam yang konon bisa menghidupkan kembali semangat orang mati, karena perasaan kecewa dan marah terhadap pesantren, orang tua meminta dukun dukun untuk menghidupkan kembali semangat herlina yang telah
mati untuk balas dendam

Akhirnya Jasad Herlina hidup kembali penuh dengan hantu-hantu yang penasaran, dan dukun tersebut meminta sebuah kondisi bahwa setiap malam Jumat kliwon herlina harus minum darah, herlina menjadi hantu yang mengisap darah, jika tidak dia akan mati lagi. Herlina akhirnya kembali hidup dan dia kembali ke sekolah asrama dimana dia pergi, dengan maksud membalas dendam kepada pesantren.

Karena pesantren tidak tahu bahwa herlina telah meninggal saat menerima dia lagi dengan catatan permintaan maaf dan ingin dihukum. Waktu dibilik (santri’s room) di pesantren herlina teman-temannya dengan heran melihat herlina jadi aneh perilakunya berbeda sebelum dia kabur, wajahnya pucat dan dia lebih sering diam tidak seperti biasanya. (alamisteri.com) Teman Herlina merasa aneh lagi saat herlina membawa koper yang berbau busuk, teman herlina curiga jika herlina menyimpan sesuatu yang berbau menjejalkannya. Teman-temannya memeriksa isi koper saat tidak ada herlina, dan teman-teman herlina terkejut melihat koper yang mereka isi dari darah yang berbau busuk.

Sahabat Herlina juga memilih diam karena takut. Saat tengah malam, herlina meminta petugas atau boardinger untuk mengantarnya ke kamar mandi, karena dia takut untuk pergi ke kamar mandi saja .. dan petugas pesantren juga ingin mengantarkan herlina ke kamar mandi. Namun, sudah 2 jam lebih herlina di halaman kamar mandi. Pondok pesantren sering memanggil herlina tapi herlina tidak memahaminya, petugas pesantren bingung dan akhirnya petugas pesantren juga memanggil rekan-rekan perwira dan bersama-sama memecah pintu kamar mandi. Tiba-tiba pesantren pesantren kaget karena di kamar mandi bukan herlina tapi sosok hantu betina dengan kemeja merah taring dengan tawa menyeramkan.

Petugas atau dewan asrama yang akhirnya terbangun terbirit2 dan melaporkan kejadian tersebut ke kyai di pesantren, kyai memburu hantu herlina dan menangkapnya tak terlihat dan kemudian menguncinya dalam sebotol dan dibuang oleh pesantren kyai sejauh ini dan kyai bahkan memerintahkan agar tidak ada seseorang mungkin menemukan botol untuk keamanan pesantren dan tidak membiarkan korban.

Akirnya pesantren rumah orang tua herlina mendapat kabar bahwa herlina telah meninggal dunia karena kecelakaan dan gara2 orang tuanya tidak menerima lah herlina hidup kembali dengan bantuan dukun sulap.

Ceritanya nyata, bahkan menurut rumornya, Ghost Herlina telah mengkonsumsi korba p [papan dan santri di pesantren.

Namun awalnya ada beberapa versi Genesis, namun dari berbagai versi ceritanya ada yang sama yaitu semua kematian herlina yang meninggal saat ia masih menjadi santriwati.

Bahkan seharusnya Hantu Herlina telah mengambil banyak korban. Cerita misteri ini cukup terkenal dan menghantui bebrapa santri mondokdi pesantren di Lamongan, dan Jombang.