Fakta Bahwa Ilmuwan Bumi Flat Newton Salah Tentang Teori Gravitasi

By | 5 Oktober 2017

Pada 1800-an, tiba-tiba Samuel Rowbotham mengatakan bahwa setiap orang salah dan bumi benar-benar datar. Ternyata ide ini diterima oleh beberapa orang dan tumbuh. Kemudian baru-baru ini Flat Earth Society muncul di internet, semacam kumpulan orang-orang yang percaya bahwa bumi itu datar. Ya, ini serius, tidak bercanda.
Inilah beberapa klaim yang mereka ungkapkan tentang ‘fakta’ versi mereka bahwa bumi itu datar dan manusia telah dibohongi.
1. Space Image Itu Fake
NASA atau badan antariksa lainnya sering memotret bumi dari luar angkasa. Jangan susah mencari tampilan bumi dari luar angkasa, tetap mengintip hanya di google earth dan anda bisa mengetahui bentuk bumi dan tatanan geografis seperti apa. Jelas bulat kan? Nah, para penganut ‘bumi datar’ ini yakin bahwa foto itu hanya bohong alias palsu.

Amerika dan Laut Atlantik terlihat dari luar angkasa [Sumber Gambar]
Bagi mereka, semua foto dan rekaman video hanya photoshop atau animasi CGI. Padahal jika Anda berpikir, mengapa badan antariksa membuang-buang uang dan waktu hanya membuat foto atau melakukan streaming rekaman berhari-hari seperti itu? Bagaimana juga setiap orang bisa percaya bumi sejak abad ke-600 SM? Jika ini adalah persekongkolan, bagaimana cara meyakinkan orang di seluruh dunia pada saat satu wilayah dan daerah lain masih berkelahi atau jarang saling mengunjungi?
2. Antarktika adalah Dinding Es yang Tak Bernoda
Bagi mereka, bumi berbentuk seperti piring dengan kutub utara di tengah atau tengah dan di tepinya ada dinding es tebal yang mengelilingi bumi. Menurut mereka, dinding es inilah yang mencegah air laut tidak tumpah. Mungkin ada sesuatu di balik es, atau mungkin lapisan es yang tidak terbatas.

Kira-kira ini adalah gambaran bumi bila dilihat dari atas menurut Masyarakat Flat Earth [Sumber Gambar]
Ada juga teori yang mengatakan bahwa di balik dinding es dikelilingi oleh lautan lagi. Di situlah letak benua terlarang, Antichtone. Mengingat bahwa sekarang banyak orang yang berkunjung ke Kutub Selatan bahkan telah menjadi turis wisata, aneh jika masih ada yang meyakini konsep dinding es tak terbatas ini.

3. Gravitasi Itu Tidak Ada
Sebuah planet datar tidak akan mendukung hukum gravitasi, jadi bagi mereka gravitasi juga tidak ada. Sebaliknya itu adalah Universal Acceleration alias UA. Menurut UA, bumi datar ini terus bergerak ke atas seperti kapal roket besar. Jadi pada prinsipnya, saat Anda melompat, maka Anda akan mendarat lagi di tanah. Bukan karena Anda jatuh, tapi karena bumi bergerak ke atas.

Salah satu teori yang mereka sebutkan ada lapisan energi gelap di bawah bumi yang terus mendorong bumi ke atas. Meski begitu, tidak ada yang tahu cara kerjanya. Mereka juga tidak bisa menjelaskan bagaimana burung yang terbang tidak menghantam bumi. Mereka juga tidak bisa terbang secara vertikal untuk menghindari tabrakan dengan bumi yang juga terus meningkat.

4. Bumi Tidak Memiliki Lengkungan

Salah satu argumen yang paling mendesak yang mereka ungkapkan adalah, “Ketika bumi berputar, mengapa melihat cakrawala yang terlihat datar dan tidak melengkung? Jika bumi berputar, pasti ada tikungan di suatu tempat karena bola juga terlihat melengkung. , ”

Garis lurus ini adalah salah satu alasan untuk memperkuat pendapat mereka [Image Source]
Oke, yang membuat kita gagal memahami adalah skala dan posisi yang tidak diperhitungkan dalam konsep mereka. Dari dataran melingkar yang luas, pandangan manusia yang sangat kecil bila dibandingkan dengan bumi akan melihat garis datar karena ada sesuatu di balik kurva yang berada di bawah garis horizon. Jadi Anda tidak akan melihat lekukannya.

5. Matahari tidak begitu jauh
Menurut mereka, matahari hanya berjarak 4800 km dan jaraknya hanya 51 kilometer. Bentuknya tidak seperti matahari yang diyakini banyak orang, tapi cahaya antar dimensi raksasa yang bergerak untuk memutar dan bercahaya di permukaan yang rata seperti mercusuar.